Pria Ini Resign dari ASN Setelah Sadar Pekerjaannya Hanya Memindahkan File

Menu Atas

Header Menu

.....

Pria Ini Resign dari ASN Setelah Sadar Pekerjaannya Hanya Memindahkan File

Jumat, 26 Desember 2025

Gambar Berita

Seorang pria akhirnya mengambil keputusan besar dalam hidupnya setelah mengalami pencerahan karier yang tak terduga. Ia memilih mundur dari status Aparatur Sipil Negara (ASN) usai menyadari bahwa selama bertahun-tahun pekerjaannya dapat diringkas menjadi satu kalimat sederhana: memindahkan file dari satu folder ke folder lain.

Kesadaran itu datang secara perlahan, dimulai dari rutinitas harian yang terlalu konsisten. Setiap pagi, ia menyalakan komputer kantor, membuka email, lalu menerima file yang sama formatnya, hanya beda tanggal. File tersebut kemudian dipindahkan ke folder lain, diberi nama sedikit berbeda, lalu dilaporkan selesai. Hari demi hari berlalu, dan tidak ada yang berubah kecuali kapasitas hard drive yang semakin penuh.

Awalnya ia mengira ini adalah bagian dari proses besar yang belum ia pahami. Mungkin file-file itu punya peran strategis dalam pembangunan nasional. Namun setelah bertahun-tahun berlalu tanpa satu pun penjelasan lanjutan, ia mulai curiga bahwa perannya lebih mirip kurir digital ketimbang roda penggerak birokrasi.

Puncak krisis eksistensi terjadi ketika ia menyadari bahwa pekerjaannya bisa dilakukan dengan fitur drag and drop. Bahkan, secara teori, seekor kucing yang berjalan di atas keyboard punya peluang menyelesaikan tugas yang sama, asal tidak salah folder. Dari situ, ia mulai mempertanyakan makna kontribusi, produktivitas, dan alasan bangun pagi.

Lingkungan kantor sendiri berjalan seperti biasa. Rekan kerja tetap sibuk, rapat tetap panjang, dan laporan tetap tebal. Ironisnya, semakin banyak rapat, semakin sedikit file yang benar-benar dibaca. File dipindahkan, dicatat, lalu dipindahkan lagi, seolah sedang mengikuti estafet tanpa garis akhir.

Keputusan resign pun diambil dengan penuh pertimbangan. Bukan karena gaji, bukan karena atasan, melainkan karena hati nurani yang tak lagi sanggup berdamai dengan folder bernama "Final_Beneran_Final_Fix". Ia merasa hidupnya terlalu berharga untuk dihabiskan hanya demi memastikan file berada di tempat yang "sesuai prosedur".

Setelah keluar, pria ini mengaku mengalami gegar budaya. Tidak ada lagi absen pagi, tidak ada lagi menunggu jam pulang, dan yang paling mengejutkan, tidak ada lagi file yang harus dipindahkan. Untuk pertama kalinya, ia mengerjakan sesuatu yang benar-benar menghasilkan perubahan nyata, meski kecil.

Kisah ini menjadi cerminan getir birokrasi modern, di mana kesibukan sering kali disamakan dengan produktivitas. Di balik meja rapi dan sistem berlapis, ada orang-orang yang mulai bertanya, apakah pekerjaan mereka benar-benar membangun, atau hanya memastikan file tidak tersesat.